Temuan Meriam Kuno seberat 800 Kg Peninggalan Penjajah di Likubauk-Tohe Leten

Meriam dengan berat kurang lebih 800 kg bekas peninggalan penjajah

Likubauk-toheleten.sideka.id. Meriam kuno peninggalan dari masa penjajahan Jepang seberat kurang lebih 800 kg dengan panjang kira-kira 1,20 cm ini merupakan salah satu bukti sejarah yang ada di tanah Timor. Meriam ini terletak di atas bukit batu karang yang membentengi kampung Wilain Desa Tohe Leten, Raihat. Bukit Ksadan Likubauk-Leowalu, Tohelolo-Fatukekan, Fatutour-Maubanis merupakan saksi bisu dari awal keberadaan meriam tua tersebut.

Puluhan tahun bahkan ratusan tahun silam meriam ini menempati bukit ini menjadi tuan, sekaligus menjadi saksi dari pada kisah masa lampau dimana semua bangsa ingin merebut kekuasaan tanah air Indonesia di bumi Timor. Tak ada saksi mata yang berani mengungkapkan keberadaan meriam ini dan hingga saat ini masih menjadi tanda tanya kapan meriam ini didatangkan dan pada masa jajahan siapa? Namun beberapa orang tua meyakini bahwa benda bertuah ini merupakan bekas peninggalan dari para penjajah Jepang.

16107219_1763945660599139_8992472752206802293_o
Foto: Engel Talok/ Proses pemindahan Meriam dari tempat awal meriam diletakkan ke tempat baru yang baru saja ditata ulang.

Foto: Engel Talok

Penulis: Admin

Facebook Comments
About toheleten 24 Articles
Desa Tohe Leten dengan ibu kota desanya Wilain merupakan salah satu Desa di wilayah perbatasan RI-RDTL dalam wilayah Kecamatan Raihat Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan