Rabi Uma Ulun: Proses Perbaikan Atap Rumah Suku “Uma Leon” Desa Tohe Leten

Foto: Rabi Uma Ulun
4
Foto: Engel Talok/Proses Rabi Uma Ulun (Perbaikan Atap Rumah Suku)

Wilain-toheleten.sideka.id. Kegiatan Perbaikan Atap Rumah Adat (Rabi Uma Ulun) pada rumah adat tradisional  merupakan salah satu kegiatan  yang sering dilakukan oleh masyarakat di Wilain Desa Tohe Leten khususnya rumah-rumah adat alami yang atapnya menggunakan ilalang/alang-alang. Perbaikan atap rumah ini dilakukan rata-rata setiap tujuh atau delapan tahun sekali tergantung umur dari pada bahan-bahan yang pakai untuk membuat rumah.

6
Foto: Suguhan Siri Pinang

Bahan yang dipakai untuk membangun sebuah rumah adat tradisional juga bersifat alami seperti Ilalang/alang-alang, kayu, bambu, ijuk/ekat, lidi dari  pohon enau dll, (bukan barang produksi/pabrikan). Kegiatan inipun biasanya dilakukan secara gotong-royong oleh anggota suku yang bersangkutan bersama seluruh masyarakat setempat yang pada umumnya masi memiliki hubungan kekerabatan atau ikatan darah dari leluhur. Untuk memulai kegiatan inipun terlebih dahulu dilakukan berbagai ritual adat dengan menyembelih hewan berupa babi atau kambing, suguhan sirih pinang dan doa-doa yang dipanjatkan secara khusus oleh tetua adat kepada leluhur yang mempunyai rumah adat.

1
Foto: Rumah Adat Tradisional Suku/Uma Leon

Ini adalah salah satu rumah adat dari Suku/Uma Leon yang ada di kampung batu karang Likubauk-Fatuto’ur. Kampung ini memiliki kurang lebih 32 suku dengan rumah adat dan kekhasannya masing-masing. Di kampung ini hanya tersisa enam rumah tradisional yang masih terlihat asli dan sebagian besarnya sudah menggunakan konstruksi beton dengan alasan susah mendapatkan bahan-bahan untuk membangun rumah seperti ilalang/alang-alang.

8
Foto: Persiapan bahan berupa tali

Fungsi dari pada rumah adat ini sendiri selain sebagai tempat untuk berlindung juga sebagai tempat menyimpan berbagai benda pusaka peninggalan nenek moyang milik keluarga/suku yang bersangkutan. Rumah-rumah seperti ini memiliki penjaga yakni Kepala Suku atau salah satu anggota suku yang diberikan mandat khusus untuk menjaga dan memelihara rumah ini, sehingga orang yang berkunjung ke rumah inipun tidak leluasa masuk atau keluar di rumah ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu mengingat rumah-rumah seperti ini dipercaya dan terbukti memiliki kekuatan magisnya masing-masing.

7
Foto: Pembersihan Ijuk/Ekat

Hingga saat ini masyarakat setempat percaya pada suku ini karena memiliki kekuatan sebagai pelindung terhadap berbagai serangan penyakit. Konon diceritakan apabila masyarakat terserang penyakit maka suku ini melakukan ritual untuk membentengi atau menjauhkan kampung ini dari penyakit yang menimpa. Leon dalam bahasa tetun diartikan sebagai naungan/menaungi/pelindung/melindungi. Evo/Adm.

Facebook Comments
About toheleten 21 Articles
Desa Tohe Leten dengan ibu kota desanya Wilain merupakan salah satu Desa di wilayah perbatasan RI-RDTL dalam wilayah Kecamatan Raihat Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.